
Gerak Cepat! Kabupaten Simalungun dan Karo Kejar Target Luas Tambah Tanam
Simalungun & Karo – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya strategis guna mempercepat pencapaian swasembada pangan. Pada tahun 2025, Kementan menargetkan peningkatan produksi melalui program Luas Tambah Tanam (LTT), cetak sawah baru, optimalisasi lahan (oplah), serta penyediaan sarana dan prasarana produksi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah menargetkan realisasi LTT padi sepanjang musim tanam 2025, dengan luas lahan 118.117 hektare di Kabupaten Simalungun dan 45.484 hektare di Kabupaten Karo. Untuk memastikan keberhasilan program ini, Tim BSIP Perkebunan telah ditunjuk sebagai penanggung jawab (PJ) kegiatan LTT di kedua kabupaten tersebut.
Dalam pertemuan dengan jajaran petugas Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun pada Rabu (19/3), Kepala BSIP Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, menegaskan pentingnya strategi efektif guna mencapai target yang telah ditetapkan.
"Peran penyuluh pertanian sangat krusial dalam keberhasilan program ini. Mereka bertugas menyusun jadwal tanam, memastikan kesiapan lahan, mengoptimalkan penggunaan pupuk, serta memantau pertambahan luas tanam di setiap kecamatan," ujar Kuntoro.
Selain itu, ia juga menekankan pemanfaatan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas pemantauan dan pengelolaan lahan. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses tanam serta meningkatkan produktivitas petani.
Dalam kesempatan yang sama, BSIP Perkebunan juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo untuk memastikan kelancaran program. Kementerian Pertanian telah memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pupuk bersubsidi. Hingga saat ini, pengusulan benih telah diajukan sesuai dengan kebutuhan dan calon petani calon lahan (CPCL) yang telah terdata.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, petani, serta dukungan TNI dan Polri, percepatan realisasi LTT diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.